Tata Cara Dan Doa Mandi Wajib Bagi Orang Berhadast Besar Dan Nifas
DOA MANDI WAJIB – Mandi merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan setiap manusia. Salah satu cara membersihkan diri baik dari kotoran yang ada di tubuh kita dengan mandi. Apalagi kalau perkaranya sudah menyangkut mandi berhadast besar maka hukumnya wajib.
Namun ada beberapa orang belum mengetahui perihal doa mandi wajib. Yang dikatakan mandi wajib sendiri yaitu mandi yang harus dilakukan oleh setiap insan lantaran suatu alasan. Alasan tersebut menjadikan seseorang terkena aturan mandi. Untuk mengetahui alasan, cara serta doanya akan dijelaskan di bawah ini.
Niat, Tata Cara, Doa Mandi Wajib Setelah Haid Dan Nifas

Banyak dari kaum muslim yang lupa dengan niat mandi wajib. Bahkan adapula yang belum begitu memahami perihal bagaimana tata cara mandi wajib. Untuk itulah disini akan dijelaskan mengenai pengertian mandi wajib, alasannya dan juga tata caranya. Jika anda ingin tau dengan bagaimana semua itu anda bisa menyimak klarifikasi ini.
Niat Mandi Wajib
Niat mandi wajib berdasarkan Bahasa Arab telah disebutkan sedemikian. Namun ada juga yang lantaran tidak begitu menghafal perihal niat Bahasa Arabnya menggunakan Bahasa Indonesia.
Islam merupakan agama yang tepat dan mengerti keadaan kaum muslim. Karenanya dibolehkan menggunakan niat latin atau niat Bahasa Indonesianya. Asalkan anda bisa memahami makna dari mandi wajib sendiri. Namun tahukah anda bagaimana pengertian mandi wajib sendiri?
Pengertian Mandi Wajib

Kata mandi dalam Bahasa Arab disebut ghusl. Maknanya secara bahasa ialah mengalirkan. Sedangkan makna secara luasnya yaitu meratakan air ke seluruh tubuh.
Dalam meratakan air disertai dengan niat melaksanakan pencucian diri terhadap hadast besar. Adanya mandi bisa memperlihatkan suasana yang sangat segar dan bersih. Jika anda tidak mandi sehabis berhadast besar rasanya tidak yummy sekali. Bahkan ada yang akan merasa risih akhir masih berhadast besar.
Baca Juga: Bacaan Ayat Kursi
Penyebab Mandi Wajib

Penyebab mandi wajib bisa disebabkan oleh beberapa jenis hadast besar. Yang dimaksud hadast besar merupakan kotoran yang untuk membersihkannya anda diwajibkan mandi. Tidak menyerupai hadast kecil yang bisa disucikan dengan berwudlu saja.
1. Haid
Salah satu hadast besar mencakup keluarnya darah haid bagi wanita. Jika seorang perempuan telah mengalami haid dan sudah suci dari haid maka wajib untuk mandi. Biasanya haidnya seorang perempuan itu berksar antara waktu seminggu. Makara apabila telah tidak ada darah haid yang keluar maka anda diwajibkan untuk mandi. Darah haid merupakan salah satu hadast besar.
2. Nifas
Hadast besar kedua yaitu keluarnya darah nifas. Nifas juga dialami perempuan lantaran keluarnya sehabis melahirkan. Makara untuk mandi wajib akhir darah haid dan juga nifas dilakukan oleh perempuan saja. Untuk hukumnya mandi sehabis keluar darah nifas dan juga darah haid itu sama hukumnya.
3. Keluar Mani
Penyebab ketiga yaitu keluarnya mani dengan adanya rangsangan syahwat. Mani merupakan air yang keluar melalui alat kelamin seseorang pada ketika terjadi orgasme. Bisa keluar lantaran bersetubuh atau adanya mimpi basah. Biasanya cara keluar mani itu memancar lantaran adanya raangsangan syahwat. Baru sehabis keluar mani tubuh akan mencicipi lemas lantaran memuncaknya syahwat. Makara kalau anda mengeluarkan mani maka anda wajib untuk mandi.
4. Bertemunya Kedua Kelamin
Urutan keempat hadast besar yaitu bertemunya kedua kelamin meskipun tidak mengeluarkan mani pada ketika kejadian. Hal ini sesuai dengan hadist yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika ada seseorang yang bertanya. Bahwa meskipun tidak mengeluarkan mani bertemunya dua kelamin mewajibkan keduanya mandi.
5. Muallaf
Penyebab mandi yang kelima sehabis ada orang kafir yang menjadi umat Islam atau yang disebut dengan muallaf. Untuk alasan kenapa melaksanakan mandi sehabis masuk Islam ada alasannya. Sebagai salah satu penghilang masa kemudian terdahulu yang tidak mempercayai Agama Islam. Karenanya seseorang yang masuk Islam diwajibkan mandi. Suatu bentuk fisik adanya penyucian diri dengan masuk agama Islam.
6. Meninggal Dunia
Kewajiban mandi keenam ketika seseorang meninggal dunia. Apabila ada insan yang meninggal dunia maka diwajibkan untuk mandi. Yang tidak dimandikan hanya yang meninggal dalam peperangan atau mati syahid. Ada yang menyampaikan bahwa nantinya darah orang mati syahid akan membawanya masuk surga.
7. Bayi Yang Meninggal
Penyebab ketujuh bayi yang meninggal lantaran keguguran namun telah mempunyai ruh. Usia bayi di kandungan yang melebihi 120 hari masuk dalam kategori telah mempunyai ruh. Apabila bayi tersebut meninggal dunia maka wajib untuk dimandikan.
Tata Cara Mandi Wajib

Melakukan mandi wajib tidak serta merta sama persis dengan mandi biasa. Tidak asal niat kemudian menyemburkan air ke badan. Ada tata caranya sendiri yang harus anda ikuti satu persatu. Berikut yaitu urutan tata cara mandi wajib yang harus anda lakukan:
1. Niat Mandi Wajib
Yang membedakan antara mandi wajib dan mandi biasa terletak pada doa mandi wajib. Untuk melafalkannya anda bisa menggunakan Bahasa Arab. Akan tetapi bukan berarti anda tidak boleh menggunakan Bahasa Indonesia. Anda bisa menggunakan bahasa apa saja asalkan anda memahami makna dari niat yang anda lafalkan.
2. Membasuh Tangan
Anda bisa membasuh kedua tangan anda sebanyak yang anda mau. Namun disunahkan untuk melaksanakan basuhan sebanyak 3 kali. Ini untuk meyakinkan diri bahwa tangan sudah higienis dari kotoran ataupun najis lainnya.
3. Membersihkan Organ Yang Kotor
Untuk membersihkan organ yang kotor sebaiknya anda menggunakan tangan kiri. Mengapa demikian? Karena tangan kiri identik dengan tangan yang sering kotor, berbeda dengan tangan kangan yang dipakai untuk makan. Organ yang dibersihkan yaitu kemaluan, dubur, ketiak dan organ lainnya.
4. Mencuci Tangan Kembali
Setelah dipakai untuk membersihkan organ yang kotor maka anda harus mencuci tangan anda kembali. Ini sangat penting supaya tangan anda terbebas dari najis ketika mandi. Caranya dengan mengusapkan tangan anda ke tangan atau dengan sabun.
5. Berwudlu
Berwudlu merupakan hal yang wajib dilakukan sehabis anda melaksanakan segalanya. Ini untuk mensucikan anda dari hadast kecil. Makara sehabis mandi anda bisa suci dari kedua hadast. Hadast kecil maupun hadast besar akan higienis dari anda.
6. Mengguyur Kepala
Setelah berwudlu anda bisa mengguyur kepala anda. Banyaknya tiga kali guyuran hingga seluruh permukaan kulit kepala dan rambut anda basah. Bisa lebih dari tiga asalkan semua permukaan kulit basah.
7. Menyela Rambut
Rambut anda harus disela supaya air bisa masuk ke sela-sela rambut anda. Jika anda tidak menyela rambut dengan cara menyilang-nyilangkan maka rambut tidak basah. Kulit kepala anda bisa luput dari air yang anda guyurkan.
8. Mengguyur Seluruh Bagian Tubuh
Anda bisa mengguyur potongan tubuh anda dari kanan ke kiri. Ini sebagai bentuk penghormatan bahwa potongan kanan selalu lebih higienis dengan potongan yang kiri. Karenanya dalam pembasuhan didahulukan potongan yang kanan daripada yang kiri.
Doa Mandi Bersih
Perbedaan antara doa mandi wajib dan doa mandi higienis memang berbeda. Sekilas dilihat secara Bahasa Arabnya saja sudah berbeda. Apalagi maknanya secara lengkap itu sama sekali tidak sama. Orang biasanya lupa membaca doa mandi higienis lantaran seringnya melaksanakan kegiatan mandi setiap harinya. Namun akan lebih afdol kalau anda membaca doa mandi tersebut supaya mandi anda lebih diridlai.
Niat Mandi Nifas
Niat mandi nifas berbeda dengan doa mandi wajib lantaran jinabat atau haid. Yang membedakan yaitu penyebab nifasnya. Kalau pada mandi wajib niatnya lantaran hadast besar kalau nifas dijelaskan kalau memang sebabnya lantaran nifas.
Tata Cara Mandi Nifas
Cara mandi nifas ada beberapa jenisnya namun ada yang disepakati oleh ulama. Berikut yaitu tata cara mandi nifas yang disepakati oleh para ulama:
1. Menyiapkan Air Dan Daun Bidara Atau Shampo
Untuk persiapan mandi yang wajib disiapkan yaitu air. Jika anda tidak menggunakan air maka namanya bukan mandi melainkan tayamum. Daun bidara merupakan daun yang bisa dipakai sebagai salah satu pengharum tubuh. Anda bisa menggunakan shampoo sebagai alternatif kalau tidak mempunyai daun bidara. Perkembangan zaman menciptakan daun bidara telah tergantika posisinya dengan shampoo.
2. Membaca Niat
Niat doa mandi mandi nifas harus dibaca dalam hati. Anda boleh melafadzkannya secara verbal asalkan juga anda baca dalam hati anda. Ini penting sekali lantaran kadang orang berucap tanpa mereka sadari sehingga antara hati dan verbal berbeda.
3. Membaca Basmalah
Dengan membaca basmallah artinya anda memulai sesuatu yang baik. Maka dengan begitu anda akan mendapat manfaat yang baik pula. Bacalah Basmalah untuk mengawali semua hal gres yang anda lakukan.
4. Berwudhu Dengan Membaguskannya
Makna dari membaguskannya yaitu melaksanakan wudlu dengan segala kehato-hatian. Jangan hingga ada yang tidak dilaksanakan atau jumlahnya kurang. Sehingga dalam berwudlu anda harus membaguskannya dalam artian menyempurnakannya.
5. Mengguyurkan Air Ke Kepala
Anda bisa mengguyurkan air ke kepala anda dengan menyela rambut. Penyelaan rambut dilakukan dengan cara menyilang-nyilangkan jari di sekitar rambut. Anda bisa memijat kulit kepala hingga keras supaya air masuk melalui pori-pori kepala anda. Bahkan diwajibkan untuk mengulur rambut anda supaya bisa semakin higienis dibandingkan sebelumnya. Bisa anda gunakan sampo supaya semakin higienis dalam pencucian potongan rambut anda.
6. Mengalirkan Air Ke Seluruh Tubuh
Seperti mandi pada umumnya anda wajib mengalirkan air ke seluruh tubuh. Caranya bisa diguyurkan dari atas atau bagaimana seenak anda saja. Yang terang air yang anda alirkan harus mencapai seluruh potongan tubuh anda. Anda bisa menggunakan sabun sehabis air mengalir ke seluruh tubuh. Ini untuk menghilangkan bau-bau sehabis adanya darah nifas melekat di tubuh.
7. Mengusap Rahim Yang Terkena Nifas
Bila seorang perempuan telah final mandi maka sebaiknya mengusap Rahim dengan kain yang wangi. Bekas dari darah nifas itu sangat wangi sehingga membutuhkan wangi-wangian. Hendaknya sehabis mandi nanti mengusap Rahim atau tempat lainnya yang terkena percikan darah nifas.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Mandi Wajib

Selain membaca doa mandi wajib anda harus memperhatika beberapa hal berikut ini. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai apa saja yang harus diperhatikan ketika anda mandi wajib:
1. Air Suci Mensucikan
Anda harus menggunakan air mutlak yang suci juga mensucikan. Dilarang menggunakan air yang kotor atau tidak terang kotor tidaknya. Jangan hingga anda menggunakan air yang telah tercampur menyerupai sabun atau shampo. Sebaiknya anda menuntaskan dulu rukun mandi gres menggunakan shampo atau sabun.
2. Seluruh Tubuh Terkena Air
Air harus mengenai seluruh potongan tubuh anda. Tidak boleh terlewatkan sedikit pun potongan tubuh anda. Jika anda tidak bisa mengalirkan air bagi seluruh tubuh anda maka mandi wajib anda bisa saja tidak sah.
3. Mandi Wajib Menggantikan Wudlu
Jika anda telah melaksanakan mandi wajib maka sama saja anda telah bersuci dari hadast kecil. Karenanya anda tidak perlu lagi untuk berwudlu ulang sehabis melaksanakan mandi. Alasannya lantaran hadast kecil sudah tercover dalam hadast besar yang banyak.
4. Tidak Boleh Menutupi Kepala
Mandi wajib mewajibkan anda untuk menciptakan air jatuh hingga ke pori-pori kepala anda. Karenanya kalau hingga air tidak mengenai kulit kepala atau rambut anda maka tidak sah.
Baca Juga: Tata Cara dan Bacaan doa Sholat Tahajud
Hal-Hal Yang Dilarang Dilakukan Sebelum Mandi Wajib

Mandi wajib merupakan mandi yang wajib dilakukan untuk bersuci maka kalau belum mandi ada yang tidak boleh dilakukan. Dengan belum melaksanakan kewajiban mandi anda dianggap masih berhadast besar. Hal-hal yang tidak boleh anda lakukan ketika anda masih berhadast besar antara lain:
1. Menyentuh Dan Membaca Al-Qur’an
Jika anda belum suci dari hadast besar maka anda dihentikan untuk menyentuh ataupun membaca Al-Qur’an. Jumhur ulama setuju bahwa orang yang berhadast besar tidak boleh menyentuh Al-Qur’an. Menyentuh saja tidak boleh apalagi kalau membaca Al-Qur’an juga tidak boleh. Ketika anda sedang berhadast besar maka anda tidak boleh menyentuh atau membaca Al-Qur’an.
2. Sholat Wajib Atau Sunnah
Berhadast besar berarti terlarang untuk melaksanakan sholat apapun. Baik sholat wajib ataupun sholat sunnah semuanya dilarang. Orang yang berhadast besar dihentikan untuk sholat dalam keadaan apapun. Hukumnya haram kalau anda melaksanakan sholat dalam keadaan hadast besar. Hadast kecil saja butuh untuk berwudlu apalagi hadast besar.
3. Berdiam Diri Di Masjid
Melakukan iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid dihentikan juga bagi orang berhadast besar. Jika anda berhadast besar dan masih saja nekat berdiam diri di masjid maka haram hukumnya. Makara anda tidak perlu melaksanakan iktikaf ketika anda masih dalam keadaan berhadast besar. Lain kali anda bisa melaksanakan iktikaf ketika anda telah final atau suci dari hadast besar.
4. Puasa Wajib Atau Sunnah
Selain sholat anda juga diarang puasa sekalipun puasa wajib. Anda tidak boleh melaksanakan atau menjalankan puasa yang wajib dan sunnah. Ketika anda berhadast besar anda memang tidak boleh berpuasa lantaran termasuk haram hukumnya. Jika anda berhalangan ketika puasa wajib maka anda bisa menggantinya di lain hari.
5. Dilarang Thawaf
Thawaf merupakan salah satu rukun haji, kalau tidak ada thawaf maka rukun haji gagal. Pernah Aisyah RA sedang melaksanakan haji dan mengalami haid maka Rasulullah SAW melarangnya Thawaf. Boleh melaksanakan banyak sekali kegiatan layaknya haji kecuai Thawaf dan Sholat.
6. Terlarang Untuk Ditalak
Bagi pasangan suami istri hal ini harus sangat diperhatikan. Ketika seorang suami hendak menceraikan istrinya maka sehabis istrinya telah suci. Tidak diperbolehkan menalak sang istri ketika istri sedang dalam keadaan berhalangan.
Doa mandi wajib memang harus dikuasai oleh setiap muslim. Apalagi ini merupakan salah satu cara bersuci sebelum melaksanakan ibadah apapun. Anda harus menguasiai dari mulai niat hingga bagaimana cara melaksanakan mandi wajib. Jika anda sebagai muslim tidak mengetahui dan tidak memahami perihal ini maka ibadah anda bisa saja tidak sah. Ayo mencar ilmu lagi mengenai mandi wajib!



Komentar
Posting Komentar