7+ Keutamaan Ayat Dingklik Dan Bacaan Arab, Latin Beserta Artinya
Ayat Kursi – Tentu kita sudah mengetahui bahwa semua ayat atau surat yang terkandung pada al-qur’an itu istimewa dan mengagungkan. Akan tetapi kita juga tau bahwa ayat-ayat yang terkandung pada al-qur’an mempunyai keistimewaan dan keutamaannya masing-masing. Salah satu dari ayat itu yaitu ayak dingklik yang tidak lain berada pada surat Al-Baqarah ayat 255.
Ayat yang terkandung pada surat Al-Baqarah ayat 255 ini mempunyai keutamaan yang sangat luar biasa, kita sanggup lihat dan merenungi isi dari arti ayat kursi. Ayat ini salah satu dari maknanya mengandung klarifikasi kalimat tauhid yang dari makna itu pegangan dan pendirian seorang muslim, shingga dengan itu akan memikiki keberanian dalam menghadapi segala tantangan hidup.
Mengapa Dinamakan Ayat Kursi?

Mengapa penggalan ayat dalam Surat Al-Baqarah ini disebut dengan ayat kursi? Karena terdapat kalimat yang berbunyi kursiyyuhu, yang mana kalimat ini berdasarkan syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan, arti asal dari Al-kursi ialah Al-ilmu (ilmu). Maka dari itu para ulama juga sanggup disebut dengan sebutan Al-karaasi, mengapa demikian? Karena para ulama merupakan orang-orang yang dijadikan pegangan atau rujukan.
Bukan hanya itu saja, melainkan ada juga pendapat lain dari kata ayat dingklik ini, yang mana pendapat itu menyampaikan penamaan ayat dingklik merupakan kiasan dari keagungan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.
Sedangkan pendapat lainnya menyebutkan bahwa nakana dari Al-Kursi di sini yaitu kekuasaan atau kerjaan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Ulama besar Hasan Al-Basri berpandangan bahwa yang dimaksud dari Al-Kursi di dalam penggalan ayat ini ialah arsy.
Sedangkan seorang mufassir populer yakni Ibnu Katsir dalam klarifikasi tafsirnya berpendapat, “yang benar ialah Al-Kursi bukanlah bermakna arsy, alasannya yaitu arsy hakikatnya lebih besar daripada Al-Kursi sebagai mana yang telah dijelaskan oleh hadits dan atsar.
Bacaan Ayat Kursi Beserta Artinya

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup abadi lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan juga tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang berada di langit dan di bumi. Tidak ada yang sanggup memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya? Allah maha mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah mencakup langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat dalam memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Ayat dingklik ini juga sanggup dibaca sehabis membaca doa sholat tahajud dan doa sholat dhuha. Karena banyak keutamaan yang akan didapat setiap membaca ayat dingklik sehabis sholat. Berbagai macam keutamaan itu akan kami kutip di bawah ini.
Ayat Kursi Latin

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.
Keutamaan dan Keajaiban Ayat Kursi

Kalau kita mengkaji lebih dalam lagi apa saja keutamaan dari ayat dingklik ini, pasti kita akan menemukan berbagai keutamaan dari ayat ini yang mana disebutkan sebagai pemimpin ayat Al-Qur’an. Sedikit dari keutamaannya ialah untuk memohon perlindungan, rizki dan mendapat akibat syurga dari Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.
Berikut ini saya akan memuat sedikit dari Keutamaan pemimpin ayat Al-Qur’an ini dan penjelasannya dari kutipan hadits Rasulullah Salallahu alaihi wa salam.
1. Pemimpin Ayat Al-Qur’an
لِكُلِّ شَىْءٍ سَنَامٌ وَإِنَّ سَنَامَ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَفِيهَا آيَةٌ هِىَ سَيِّدَةُ آىِ الْقُرْآنِ هِىَ آيَةُ الْكُرْسِىِّ
Artinya: Segala sesuati itu mempunyai puncaknya dan puncak dari Al-qur’an yaitu Surat al-Baqoroh, yang mana didalamnya terdapat sebuah ayat pemimpin dari semua ayat yang berada di Al-qur’an yaitu Ayat Kursi. (HR. Tirmidzi)
2. Kunci Untuk Masuk Syurga
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ
Barang siapa membacakan ayat dingklik sehabis melaksanakan sholat fardhu tidak ada penghalang untuknya biar memasuki syurga terkecuali simpulan hidup (HR, Thabrani).
3. Doa Mustajabah (doa yang terkabulkan)
Siapa yang menyertakan ayat dingklik dalam doanya, pasti allah akan mengabukan doanya itu, alasannya yaitu didalam ayat ini terdapat asma Allah Subhanallahu Wa Taala yang begitu agung, yaitu al hayyu al qayyum.
اسْمُ اللَّهِ الأَعْظَمُ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ فِى سُوَرٍ ثَلاَثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطَهَ
Nama-nama Allah yang paling Agung yang mana jikalau dibacakan dalam doa pasti allah mengabulkannya, ada dalam tiga daerah yaitu ada pada surat al-baqoroh, ali imron, dan surat thaha (HR. Ibnu Majah).
Ke-tiga ayat yang dimaksud dari hadits yang diatas ialah Surat Al-baqoroh ayat 255, Surat Ali imnron ayat 1 dan 2 dan Surat Thaha ayat 111.
Baca juga: Niat Puasa Sunnah Senin Kamis
4. Ayat yang Paling Mulia
Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wa Salam bertanya kepada sahabatnya yaitu Ubay Bin Ka’ab “Ayat kitab Allah manakah yang paling mulia?” Jawab Ubay, “Allah dan Rasulullah lebih mengetahui.” Lalu Rasulullah salallahu alaihi wa salam pun mengulang-ulang terus pertanyaan itu, maka Ubay bin Ka’ab pun menjawab, “ayat kursi”
Setelah itu Rasulullah pun bersabda, “selamatlah dengan ilmu yang telah kau miliki, wahai Abu Mundzir.
Demi Allah yang mana jiwaku berada pada genggamannya, sesungguhnya ayat dingklik itu mempunyai verbal dan juga sepasang bibir yang mana selalu menyucikan ilahi yang maha kuasa di erat pilar arsy.” (HR. Ahmad)
5. Seperempat Al-Qur’an
Seorang sahabat pernah ditanya oleh Rasulullah salallahu alaihi wasalam, “Hay fulan, apakah kau sudah menikah?” kemudian pria itu menjawab, “belum, dikarnakan saya tidak mempunyai harta untuk menikah”
Rasulullah salallahu alaihi wasalam bertanya lagi, “bukankah kau mempunyai hafalan qulhuallahu minggu (surat Al-Ikhlas)?” kemudian pria itu menjawab, “iya” Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda, “seperempat Al-Quran”
“Bukankah kau hafal qulya ayuhal kafirun (surat Al-Kafirun)” “benar” jawab pria itu. Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda “seperempat al-Qur’an”
“Bukankah kau hafal idzaa zulzilati (surat al zalzalah)?” Laki-laki itu menjawab, “iya benar.” Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “seperempat Al Quran.”
“Bukankah kau hafal idzaa jaa’a nsurllah (surat Annash)? Lelaki itu menjawab, iya benar.” Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda “seperempat Al-Quran.”
“Bukankah kau hafal ayat kursi?” lelaki itu juga menjawab, “iya benar.” Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda, “seperempat al-Quran.” (HR. Ahmad, dijelaskan oleh Ibnu Katsir di klarifikasi tafsir ayat kursi)
6. Kunci rejeki dan Jodoh
Penjelasan ini diambil dari hadits diatas, yang mana ketika seorang sahabat berkata belum menikah ketika ditanya oleh Rasulullah salallahu alaihi wasalam alasannya yaitu alasan tidak mempunyai harta, kemudian Rasulullah memerintahkan ia untuk membaca surat Al Ikhlas, Al Kafirun, Al Zalzalah, An Nashr dan ayat kursi.
Siapa yang memperbanyak membaca ayat kursi, dengan izin allah, allah akan memudahkan untuk mendapat rizki dan mendapat jodoh.
Baca Juga: Keutamaan doa qunut
7. Dapat Melindungi Diri dari Jin dan Sihir
Dari Abdullah bin Ubay bin Ka’ab, ayahnya (Ka’ab) pernah bercerita kepada Abdullah bahwa ia pernah mempunyai sebuah wadah besar yang didalamnya ada kurma. Ayahnya sudah terbiasa menjaga tong yang didalamnya ada kurma itu, tetapi mengapa isi kurma selalu berkurang ketika ia jumpai.
Pada malamnya lagi ketika Ka’ab menjaga wadah berisi kurma itu, tiba-tiba Ka’ab melhat sesosok binatang yang bentuk dari binatang itu menyerupai dengan anak pria dengan kirsaran usia baligh, dengan itu Ka’ab pun mengucapkan salam kepada anak itu dan mahluk itupun menjawab salam.
“Siapa kamu, jin ataukah manusia?” Kaab bertanya
Mahluk itu menjawab “Aku jin”
“Dekatkanlah tanganmu ke tanganku” lanjut Ka’ab
Lantas mahluk itupun mengulurkan tangannya ke dekapan tangan Ka’ab, ternyata tangan mahluk itu menyerupai mirip kaki anjing. Begitu juga dengan bulu-bulunya.
“Apakah memang menyerupai ini bentuk dari jin itu?” Ka’ab lanjut tanya
“Sekarang kau sudah mengetahui jin. Dikalangan mereka tidak ada yang lebih besar lengan berkuasa selain aku.”
“Apa yang menciptakan kau melaksanakan perbuatan ini?” tanya Ka’ab
Jin itu menjawab “telah hingga kepadaku sebetulnya kau merupakan seorang insan yang bahagia bersedekah, maka dari itu kami menginginkan sebagian dari makananmu.”
“Hal apakah yang sanggup melindungi kami dari gangguan jin menyerupai kalian ini?”
“Ayat ini, yaitu ayat kursi,” jawab jin itu.
Keesokan harinya, Ka’ab pun bergegas menemui Rasulullah Salallahu alaihi wasalam dan menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya itu. Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda, “Benarlah apa yang sudah dikatakan oleh si mahluk jahat itu.” (HR Hakim, dikutip oleh Ibnu Katsir pada tafsiran ayat kursi)
Itulah klarifikasi mengenai ayat dingklik beserta arti dan goresan pena latinnya dan juga keutamaan serta keajaiban yang terdapat pada ayat dingklik ini. Mudah-mudahan dengan tertulisnya artikel ini sanggup menambah ilmu kita dan menambah keberkahan hidup didalam diri kita semua, amin ya Allah.
Komentar
Posting Komentar