12 Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan Lengkap Dengan Gambar Dan Deskripsinya
Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan dengan Palembang sebagai ibukotanya, alat musik tradisional yang dimiliki berbeda dengan provinsi atau tempat yang berada di Pulau Sumatera.
Perkembangan musik dan jenis musik dikota Palembang itu sendiri sangat dipengaruhi oleh situasi zaman yang melingkupinya. Dimasa Kerajaan Sriwijaya aku kita banyak dipengaruhi oleh unsur musik Cina, India, dan musik lokal. Nuansa musiknya kemungkinan besar sangat dipengaruhi unsur agama Budha yang di waktu itu yaitu agama resmi yang diannut oleh Kerajaan Sriwijaya.
Pada masa Kesultanan Palembang, yang sudah pastinya banyak terpengaruh oleh unsur budaya Islam dari saudagar Arab, jadi nuansa musik dan jenisnya pun lebih bernuansa keislaman yang pada waktu itu di bawah oleh para saudagar Arab, pola musik yang bernuansa keislaman semisal terbangan syarofalanam, gambus, kasidahan dan lain-lain.
Sedangkan group gambus yang populer disekitar tahun 1950-an yaitu group musik gambus “Sri Palembang” yang dipimpin oleh Wak Neng.
Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan
Menurut buku yang berjudul “Terbangan: alat musik tradisional Sumatera Selatan”
Pengarang buku: Sukanti
Diterbitkan oleh: Departemen Pendidikan Nasional Kantor Wilayah (Kanwil) Propinsi Sumatera Selatan, Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Sumatera Selatan, tahun 1999,
Dengan jumlah halaman 31 halaman.
Maka dari itu aku ingin mencoba untuk menyusun ulangi alat musik tradisional Sumatera Selatan ialah sebagai berikut :
1. Alat Musik Burdah atau Gendang Oku

Burdah atau Gendang Oku yaitu alat musik sejenis gendang yang berukuran besar terbuat dari kulit binatang dan kayu nangka. Dikarenakan alat musik burdah ini pertama kali ditemukan dalam budaya masyarakat OKU atau Ogan Komering Ulu, maka tidak sedikit orang yang menyebut alat musik ini dengan sebutan Gendang Oku.
Biasanya burdah dimainkan dalam sebuah acara-acara moral sebagai alat musik ritmis. Cara memainkannya pun gampang yaitu cukup dengan ditepuk bab kulit membrannya dengan memakai telapak tangan.
Acara yang sering memainkan burdah misalnya, Dalam upacara pernikahan, latihan pencak silat, atau disaat ada upacara moral Palembang kita akan dengan mudahnya menemukan alat musik burdah ini.
2. Alat Musik Tenun

Dinamakan tenun alasannya memang alat musik ini dahulunya sering dimainkan disaat para perempuan sedang mengerjakan tenunan kain. Alat musik ini merupakan sarana hiburan dan pelipur rasa bosan bagi para perempuan yang sehari-hari bekerja menenun kain. Cara memainkannya pun cukup gampang yaitu dengan cara memukulkan kayu pada bagian-bagian tertentu yang menghasilkan nada-nada berbeda.
3. Alat Musik Gambus

Alat musik gambus memang lebih banyak dikenal sebagai alat musik tradisional asal Riau. Namun dengan hal ini bukan berarti alat musik ini tidak dimainkan oleh masyarakat suku Melayu di Palembang Sumatera Selatan. Gambus Palembang dibentuk dari kayu dengan mempunyai enam dawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Selain sanggup berfungsi sebagai alat musik yang beraliran melodis, gambus ini juga sanggup berfungsi sebagai alat musik harmonis.
4. Alat Musik Kenong Basemah

Suku Basemah di bab Barat Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di sekitar tempat Pagar Alam, juga mempunyai sebuah alat musik yang unik dengan nama Kenong Basemah. Bentuk dari Kenong basemah sama mirip kenong pada umumnya tapi dengan ukurannya yang lebih kecil. Alat musik yang terbuat dari materi tembaga ini dimainkan bersama gamelan dan berfungsi juga sebagai alat musik melodis. Ia akan menghasilkan bunyi mengiang dikala bab atasnya dipukul memakai alat pemukul yang dibentuk khusus.
5. Alat Musik Terbangan

Setelah masuknya budaya Islam yang dibawa oleh masyarakat Melayu Aceh, masyarakat Sumatera Selatan juga mempunyai alat musik jenis gres yang umumnya lebih dikenal dengan nama rebana. Alat musik yang mirip rebana ini, lalu oleh masyarakat Palembang diberi nama Terbangan. Terbangan terdiri dari 4 buah rebana dan dimainkan bersama serunai dikala syukuran, program khitan, atau upacara ijab kabul moral Palembang.
6. Alat Musik Genggong

Alat musik tradisional Sumatera Selatan yang ini berjulukan Genggong. Alat musik yang satu ini dimainkan dengan cara ditiup. Genggong sanggup dibentuk dari macam-macam bahan, mirip pelepah enau, bilah bambu, atau dari logam. Yang mengatur nada pada genggong yaitu tangan dan getaran pengecap dikala menipukah geggong..
7. Alat Musik Kolintang

Kolintang yaitu alat musik tradisional Sumatera Selatan yang merupakan susunan logam kecil yang dimainkan dengan cara dipukul memakai alat pemukul yang dibentuk khusus. Alat musik ini sering dimainkan oleh masyarat suku Komering pada dikala upacara moral dan juga pertunjukan seni tradisional. Kolintang di tempat lain di Indonesia mempunyai nama yang beragam, contohnya di Riau, alat musik ini disebut dengan nama Talempong atau Calempong.
8. Alat Musik Seruling

Alat musik ini terbuat dari potongan bambu. Seruling juga termasuk jenis alat musik tiup melintang (transverse flute) yang memainkannya secara horizontal, salah satu ujung dari seruling diberi penyekat, dilengkapi dengan enam lubang nada dan satu lubang yang berkhasiat untuk meniup. Seruling ini sanggup dimainkan baik secara tunggal maupun secara berkelompok dengan alat musik lainnya. Permainannya sanggup beriring dengan senada untuk mengiringi lagu-lagu tempat dan lagu-lagu yang mengungkapkan perasaan yang ada di hati.
9. Alat Musik Marawis

Alat musik ini terbuat dari kayu, kulit binatang dan juga tali. Alat musik ini mirip gendang berkepala ganda namun berbadan pendek dan biasanya dimainkan sebagai pengiring lagu dengan nuansa Islam dikala program keagamaan, selain itu juga dimainkan untuk mengiringi tarian zapin.
10. Alat Musik Biola

Alat musik ini terbuat dari gesekan kayu dan tali senar. Alat musik gesek mirip dengan biola Eropah. Instrumen ini mempunyai empat dawai dan busur. Biola ini bisanya dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu upacara moral Melayu. Selain itu dimainkan juga untuk mengiringi lagu-lagu daerah.
11. Alat Musik Terompet

Alat musik ini terbuat dari materi dasar stenlis. Alat musik ini bentuknya mirip terompet Eropa. Terompet ini merupakan bab dari sepasang alat musik jidor atas blas alasannya dimainkan oleh belasan orang. Dilihat dari segi bentuknya, alat musik jidor ini banyak mendapat imbas dari Eropa, mirip terompet, klarinet, sak seto (saxofon alto), tenorak, dan alat musik khas Eropa lainnya. Alat musik ini dimainkan untuk mengiring pengantin, tari dan juga hiburan lainnya.
12. Alat Musik Gong

Alat musik ini terbuat dari materi dasar kuningan. Gong sanggup dimainkan secara tunggal maupun berkelompok melaraskannya dengan alat musik lainnya. Dalam musik tradisional, gong difungsikan sebagai bunyi bass. Gong dipakai pula sebagai media pemberitahuan atau untuk mengumumkan sesuatu kepada khalayak ramai.
Alat Musik Tradisional Sumatra Selatan merupakan alat musik peninggalan orang jaman dahulu yang kini masih ada sisa-sisa peninggalanya dan kita sebagai penerusnya harus mempertahankan dan melestarikan sisia-sisia peninggalan ini.
Dari buku yang dikarang oleh Ibu. Sukanti artikel ini sanggup menguraikan 12 alat musik tradisional Sumatra Selatan. Setelah membaca dan mengetahui Alat Musik Tradisional Sumatera, kau juga sanggup menambah ilmu penetahuan kau dengan membaca juga Alat Musik Tradisional Kaimantan
Komentar
Posting Komentar